Tampilkan postingan dengan label Method. of Communication Research II (Qualitative). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Method. of Communication Research II (Qualitative). Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 April 2010

Penelitian Dramaturgis

Diposting oleh Bina Yuliawati di 06.41 0 komentar
Diary Sheet


Hari : Jumat
Tanggal : 4 Desember 2009
Tempat : Salon, Bekasi


Pengamatan Hari Pertama


”Setelah setengah jam menunggu, pengelola Salon datang dengan mengendarai motor Honda Beat berwarna merah. Sehari-harinya wanita berumur 30-an ini, berbusana muslim. Namun, sesampainya di salon, ia akan melepas kerudung serta jaketnya. Selama di salon, ia akan menggunakan baju seragam sesuai peraturan dari pemilik salon.”


”Pengelola salon adalah seorang wanita yang tomboy dari dulunya. Tetapi, semenjak bekerja di salon dan menjadi pengelolanya, ia selalu berdandan untuk tampil cantik. Hal itu akan dilakukannya setelah melepas atribut jiblabnya. Setelah selesai merias wajah, lalu ia merapikan rambutnya dengan mencatoknya. ”


”Suasana hati dan mimik wajah pengelola salon masih terlihat cerah serta ceria di pagi hari. Kekosongan waktu tanpa pelanggan, dihabiskannya dengan berbincang dengan para karyawan salon.”



Diary Sheet


Hari : Minggu
Tanggal : 6 Desember 2009
Tempat : Salon, Bekasi


Pengamatan Hari Kedua



”Ada seorang pelanggan yang datang, lalu si pengelola salon menyambutnya dengan hangat. Kemudian ia akan menanyakan apa yang diinginkan pelanggan, dan pelanggan itu menjawab ingin di ’creambath’. Setelah menanyakan keperluan pelanggan, ia akan memanggil atau memerintahkan salah satu karyawannya untuk mengerjakan sesuai keinginan pelanggan.”


”Selama ada pelanggan, ia akan bersikap dan bertutur kata manis. Ia juga tidak segan untuk mengkritik bagian rambut atau wajah pelanggan. Kalau pelanggan sudah mulai terlihat resah dengan kritikannya, maka para pelanggan pun akan meminta si pengelola salon untuk memberi jalan keluar agar masalahnya dapat terselesaikan. Dengan mimik muka yang memancarkan kebahagiaan atas kemenangannya menggaet pelanggan, ia akan menjelaskan secara rinci apa-apa saja yang harus dilakukan pelanggan. Seperti rajin merawat rambut dengan ’creambath’, ’hair spa’, ’hair masker’ untuk mendapatkan rambut yang indah, lembut, dan mudah diatur. Selain itu, ia akan menasehati para pelanggan untuk rajin merawat wajah, dengan cara rajin ’facial’ dan totok wajah. Ternyata cara itu ampuh untuk membuat para pelanggan kembali lagi karena ingin tampil cantik.”


”Pengelola salon itu selalu berbagi tips kecantikan dengan para pelanggan. Ia berbicara dengan penuh ekspresi yang dapat membuat para pelanggan yakin akan ’tips-tips’ yang diberikannya. Dengan wajah yang mulus dan rambut yang bagus, membuat para pelanggan semakin yakin bahwa dengan menjalankan ’tips – tips’ darinya akan bisa seperti dirinya.”



Diary Sheet


Hari : Rabu
Tanggal : 9 Desember 2009
Tempat : Salon, Bekasi


Pengamatan Hari Ketiga


”Pengelola Salon sedang sibuk mencatat disebuah buku berukuran cukup besar. Ditemani dengan kalkulator disamping tangannya, yang menandakan ia sedang sibuk mengurus pembukuan.”
”Wajahnya sudah terlihat kuyu dan lelah. Sesekali memijat - mijat keningnya yang pusing menghitung pengeluaran dan pemasukan. Walaupun sudah malam dan terlihat letih, namun dirinya masih semangat untuk mempercantik diri. Ia memoles wajahnya lagi dengan bedak dan lipstik, agar terlihat lebih cerah.”


”Pelanggan belum kunjung datang, padahal ia sudah berusaha untuk tampil cantik dan ceria ketika ada pelanggan yang datang nantinya. Selesainya berdandan, ia menerima telpon dari temannya dan berbincang dengan logat bekasinya. Berbeda sekali kalau ia mengangkat telpon yang ada di salon. Pasti suaranya akan dibuat selembut mungkin.”


”Untuk mengisi kekosongan, mulai bercerita dengan para karyawannya. Ia menceritakan pelanggan yang merupakan sepasang suami istri yang datang tadi pagi. Ia mulai mengomentari sang istri yang memiliki banyak kekurangan, namun ia merasa heran dengan sikap suaminya yang terlihat sangat mesra dan sayang sekali dengan istrinya.”


”Ternyata hal yang selalu dilakukan si pengelola setiap malam adalah mengomentari atau membicarakan para pelanggan yang datang pagi, siang, atau sore hari. Ia sangat teliti dalam memperhatikan gerak-gerik seseorang, sehingga ada saja yang dicelanya setiap ada pelanggan yang datang. Tetapi, hal itu dilakukan ketika tidak ada pelanggan lain.”


”Cerita atau celaan darinya membuat semua orang yang mendengarnya menjadi ceria. Sepertinya hal itu dilakukan untuk menyemangati para karyawannya supaya tidak ngantuk atau capek setelah seharian bekerja.”


”Kalau sudah larut malam dan tidak memungkinkan lagi ada pelanggan yang datang, ia akan mengevaluasi kerja para karyawannya. Ia juga tidak segan-segan menegur karyawan yang melanggar peraturan. Ketika situasi seperti ini, wajahnya akan berubah menjadi serius, sorot matanya tajam menatap satu – persatu karyawannya. Ia juga tidak pernah lupa untuk menasehati para karyawan untuk lebih semangat bekerja di keesokan harinya. Para karyawan pun sudah merapikan peralatan dan siap-siap pulang.”




RISET DRAMATURGIS



Front Stage
  • Ramah
  • Bersikap sopan
  • Bertutur kata manis
  • Murah senyum
  • Berdandan atau ber-make up
  • Rambut rapi
  • Lemah lembut
  • Berpenampilan modist
  • Sabar


Back Stage :

  • Galak
  • Urakan
  • Ceplas-Ceplos
  • Judes atau Jutek
  • Tomboy (tidak suka dandan)
  • Cuek dengan rambutnya
  • Bersikap seperti preman
  • Berjiblab
  • Emosian


KESIMPULAN


Front stage dari seorang pengelola Salon terjadi karena faktor tuntutan pekerjaan. Dimana ia harus membuat para pelanggan nyaman saat sedang menyalon di sana dan tertarik untuk datang kembali keesokan harinya. Sifat, sikap, serta tingkah laku yang bertolak belakang dengan aslinya, berusaha ia pertahankan karena ia merasa bertanggung jawab sebagai pengelola salon untuk memberi contoh yang baik kepada para karyawannya.Selain itu, ia juga ingin berpenampilan selayaknya pengelola salon. Supaya para pelanggan memiliki pandangan serta persepsi yang positif terhadap Salon tempatnya bekerja setelah melihat penampilannya.


Back stage dari pengelola salon terjadi karena faktor keluarga serta lingkungannya. Ia tumbuh menjadi seorang wanita yang galak, judes, dan seperti preman karena ia merupakan kakak dari 14 adik-adiknya. Sikap tersebut timbul karena ia harus membantu ibunya untuk mengurus, menjaga, serta melindungi adik-adiknya. Selai itu, ia juga tomboy, urakan, dan cuek dengan penampilannya karena dulu ia terlalu sibuk mengurus adik-adiknya sehingga dirinya sendiri tidak terurus.


Dalam hasil pengamatan ini terbukti bahwa hidup itu adalah panggung sandiwara. Dimana orang-orang bersandiwara ketika berperan atau berprofesi yang bertolak belakang dengan sifat, sikap, dan tingkah lakunya sehari-hari.

Penelitian Fenomenologi

Diposting oleh Bina Yuliawati di 06.26 0 komentar

Hasil Wawancara


Key Informan 1

Nama : Memey

Umur : 5 Tahun

Jangka waktu menonton film Naruto : 2 bulan


Bina : Memey, suka nonton film Naruto nggak? Kenapa!


Memey : Suka (ekspresi wajahnya ceria), kadang-kadang Sasukenya

jahat. Terus nanti, Sasuke-nya lagi jahat ketemu sama Naruto.

Terus nanti dia berantem.


Bina : Kalau di film Naruto, Memey sukanya siapa? Kenapa!


Memey : Sasuke, karena suka sama Sasuke.


Bina : Kalau punya pacar, mau punya pacar siapa? Kenapa!


Memey : Sasuke (arah matanya ke kiri), karena aku suka sama Sasuke

(tangannya sambil memukul pelan kakinya).


Bina : Memey disekolahnya ada yang nakal nggak? Siapa?


Memey : Ada. Namanya Aang, Bintang, Keiza, sama Grace.


Bina : Mereka nakalnya kaya gimana? Suka ngapain Memey?


Memey : Mereka suka mukulin aku (arah matanya ke kanan, kakinya

ditekuk), sama nggak temenin aq.


Bina : Kalau mereka mukulin Memey, terus Memey apain?


Memey : Bilang Bu Guru (dengan ekspresi wajah memelas, sambil

mengayunkan tangan ke atas-bawah).


Bina : Memey kalau udah gede mau jadi apa? Kenapa!


Memey : Dokter, karena kalau ada yang sakit bisa aku periksa. Kalau ada

yang mati dan pingsan, ntar aku suntik (kedua tangannya

bergerak-gerak, tidak mau diam).



Key Informan 2

Nama : Muthi

Umur : 6 Tahun

Jangka waktu menonton film Naruto : 2 tahun


Bina : Muthi, suka nonton filma Naruto nggak? Kenapa!


Muthi : Suka banget (dengan memasang mimik muka serius). Seru aja

pas kalau ada musuh, jagoannya itu ngelawan (sambil

memperagakan gerakan memukul atau meninju).


Bina : Cerita atau adegan yang paling kamu suka pada saat apa?


Muthi : Pas yang (sambil narik-narikdagu dengan tangan kirinya)

jagoannya ngeluarin tenaga dalam terus yang buat ngumpulin

angin gitu ( sambil memperagakan jurus mengumpulkan angin).


Bina : Siapa tokoh yang paling disukai? Kenapa!


Muthi : Sasuke (sambil tersenyum). Karena seru dan asik-asik aja


Bina : Kalau kamu boleh milih, pengen jadi siapa di film Naruto?

Kenapa!


Muthi : (Bola matanya berputar sambil berpikir) Sasuke, karena ganteng

(lalu tersenyum).


Bina : Kalau berandai-andai punya pacar salah satu tokoh Naruto,

maunya sama siapa? Kenapa!


Muthi : (Sambil garuk-garuk pipi kiri) maunya sich Sakura (lalu tersipu

malu).


Bina : Sakura? Kenapa!


Muthi : Nggak apa-apa.


Bina : Muthi kan cewek, kenapa suka nontonfilm Naruto? Film

Naruto kan buat cowok?


Muthi : Itu kan juga ada ceweknya (matanya menerawang). Kali aja kalo

ada orang jahat...(langsung beraksi dengan menunjukkan

adegan meninju atau memukul).


Bina : Disekolahnya ada anak nakal nggak? Siapa?


Muthi : Ada, Zikrul.


Bina : Dia suka nakalin Muthi nggak?


Muthi : Kadang-kadang suka ngeludahin gitu, bukunya jadi basah.


Bina : Terus sama Muthi diapain?


Muthi : Nggak diapa-apain, di diemin aja, bukunya di lap-lap aja (sambil

memeragakan seolah-olah mengelap buku yang basah).


Bina : Kok nggak dikeluarin jurus Naruto?


Muthi : Malu lah, kan di sekolahan, di kelas.


Bina : Muthi cita-citanya mau jadi apa sich nanti?


Muthi : Cita-cita (jari telunjuk dan jari tengah tangan kanan mengetuk –

ngetuk dagunya, memejamkan matanya sebentar sambil

tersenyum saat berpikir. Kemudian bola matanya berputar),

Polisi karena kalau ada penjahat kan ditangkep (sambil posisi

jari-jari tangan kanannya memainkan dan mengetuk-ngetukan

ke dagu). Kalau ngelakuin yang lain-lain lagi ditembak (sambil

tangan kanannya dibuat menyerupai pistol dan memperagakan

adegan menembak).



Pertanyaan dan Jawaban yang di Analisis


  1. Apakah kamu suka menonton film Naruto? Kenapa!

Suka banget (dengan memasang mimik muka serius). Seru aja pas kalau ada musuh, jagoannya itu ngelawan (sambil memperagakan gerakan memukul atau meninju).


  1. Kalau disekolah ada anak yang gangguin kamu, apa yang akan kamu lakukan?

Bilang Bu Guru (dengan ekspresi wajah memelas, sambil mengayunkan tangan ke atas-bawah).


  1. Cita-citanya mau jadi apa kalau sudah gede?

Cita-cita (jari telunjuk dan jari tengah tangan kanan mengetuk-ngetuk dagunya, memejamkan matanya sebentar sambil tersenyum saat berpikir. Kemudian bola matanya berputar), Polisi karena kalau ada penjahat kan ditangkep (sambil posisi jari-jari tangan kanannya memainkan dan mengetuk-ngetukan ke dagu). Kalau ngelakuin yang lain-lain lagi ditembak (sambil tangan kanannya dibuat menyerupai pistol dan memperagakan adegan menembak).




Analisis Teori


"Televisi sebagai salah satu media massa selain berfungsi sebagai penyebar informasi, juga berfungsi sebagai pembawa efek yang ditimbulkannya. Efek-efek tersebut adalah kognitif, afektif, dan konatif. Ketiga efek tersebut dapat mempengaruhi tingkah laku khalayak dan dapat memberikan dampak yang positif maupun negatif terhadap khalayak." (Winarni, 2003 : 124)



Analisa Jawaban


Jawaban dari pertanyaan pertama menunjukkan bahwa anak perempuan yang sudah lama menonton film Naruto terbiasa melihat adegan perkelahian. Dimana setiap adegan perkelahian, masing-masing tokohnya kan mengeluarkan jurus andalannya masing-masing. Sehingga anak perempuan pun hafal dan bisa memperagakan beberapa jurus yang terdapat di film tersebut. Hal ini membawa dampak negative untuk anak perempuan. Karena mereka belum mengerti atau paham bagaimana berpikir, bersikap, dan bertingkah laku yang baik sesuai dengan kodratnya sebagai perempuan.


Jawaban dari pertanyaan pertama adalah jawabannya Muthi (Key Informan 2). Dia sudah dua tahun mengkonsumsi tayangan film naruto. Ada perubahan yang terjadi setelah dia menonton film tersebut. Cara berpikirnya sudah seperti laki-laki. Walaupun usianya masih anak-anak. Dia selalu merasa bahwa dirinya itu ”ganteng”, dan akan sangat marah apabila ada yang bilang bahwa dia itu “cantik”. Sikapnya pun juga berubah seperti laki-laki. Tidak lemah gemulai seperti anak perempuan pada umumnya. Dia cenderung tegas dan diplomatis. Selain itu, tingkah lakunya mencerminkan bahwa dia itu laki-laki.


Jawaban pertanyaan kedua dalah jawabannya Memey (key Informan 1). Dia baru menggemari film Naruto dua bulan belakangan ini. Walaupun di film Naruto terdapat adegan perkelahian, permusuhan serta balas dendam, namun Memey masih dapat mengambil sisi positifnya. Dia tidak berniat untuk membalas kenakalan teman-temannya, melainkan dia melaporkan kepada orang yang lebih mengerti dan bisa membantunya untuk menyelesaikan masalahnya tersebut.


Sedangkan, pertanyaan ketiga dijawab oleh Muthi. Karena terlalu sering menonton Naruto, dia bercita-cita untuk menjadi polisi. Dengan tujuan untuk menangkap para penjahat. Di sini, film Naruto memberikan dampak positif terhadap anak perempuan. Film Naruto memberikan motivasi untuk tidak cepat menyerah tetap semangat dalam menggapai cita-cita.



Kesimpulan


Dari tiga pertanyaan serta ketiga jawabannya dapat disimpulkan bahwa film Naruto dapat memberikan dampak yang positif maupun negatif untuk penontonnya, terutama anak perempuan. Dampak tersebut bisa dari aspek kognitif, afektif, dan konatif. Dampak negatif dari film tersebut yaitu membuat anak perempuan berpikir, bersikap, serta bertingkah laku selayaknya anak laki-laki dan mengabaikan bahwa dirinya adalah anak perempuan.


Sedangkan dampak positif yang diberikan film tersebut yaitu anak perempuan termotivasi untuk menggapai cita-citanya. Dimana cita-citanya untuk menangkap para penjahat. Selain itu, film Naruto membuat anak perempuan berpikir dan bersikap tegas terhadap masalah yang terjadi padanya. Apabila ada yang mengganggunya, tidak merasa takut, menangis atau melakukan balas dendam. Tetapi, melaporkan dan meminta pertolongan kepada orang yang lebih dewasa untuk membantunya dalam menyelesaikan masalah.

Tampilkan postingan dengan label Method. of Communication Research II (Qualitative). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Method. of Communication Research II (Qualitative). Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 April 2010

Penelitian Dramaturgis

Diary Sheet


Hari : Jumat
Tanggal : 4 Desember 2009
Tempat : Salon, Bekasi


Pengamatan Hari Pertama


”Setelah setengah jam menunggu, pengelola Salon datang dengan mengendarai motor Honda Beat berwarna merah. Sehari-harinya wanita berumur 30-an ini, berbusana muslim. Namun, sesampainya di salon, ia akan melepas kerudung serta jaketnya. Selama di salon, ia akan menggunakan baju seragam sesuai peraturan dari pemilik salon.”


”Pengelola salon adalah seorang wanita yang tomboy dari dulunya. Tetapi, semenjak bekerja di salon dan menjadi pengelolanya, ia selalu berdandan untuk tampil cantik. Hal itu akan dilakukannya setelah melepas atribut jiblabnya. Setelah selesai merias wajah, lalu ia merapikan rambutnya dengan mencatoknya. ”


”Suasana hati dan mimik wajah pengelola salon masih terlihat cerah serta ceria di pagi hari. Kekosongan waktu tanpa pelanggan, dihabiskannya dengan berbincang dengan para karyawan salon.”



Diary Sheet


Hari : Minggu
Tanggal : 6 Desember 2009
Tempat : Salon, Bekasi


Pengamatan Hari Kedua



”Ada seorang pelanggan yang datang, lalu si pengelola salon menyambutnya dengan hangat. Kemudian ia akan menanyakan apa yang diinginkan pelanggan, dan pelanggan itu menjawab ingin di ’creambath’. Setelah menanyakan keperluan pelanggan, ia akan memanggil atau memerintahkan salah satu karyawannya untuk mengerjakan sesuai keinginan pelanggan.”


”Selama ada pelanggan, ia akan bersikap dan bertutur kata manis. Ia juga tidak segan untuk mengkritik bagian rambut atau wajah pelanggan. Kalau pelanggan sudah mulai terlihat resah dengan kritikannya, maka para pelanggan pun akan meminta si pengelola salon untuk memberi jalan keluar agar masalahnya dapat terselesaikan. Dengan mimik muka yang memancarkan kebahagiaan atas kemenangannya menggaet pelanggan, ia akan menjelaskan secara rinci apa-apa saja yang harus dilakukan pelanggan. Seperti rajin merawat rambut dengan ’creambath’, ’hair spa’, ’hair masker’ untuk mendapatkan rambut yang indah, lembut, dan mudah diatur. Selain itu, ia akan menasehati para pelanggan untuk rajin merawat wajah, dengan cara rajin ’facial’ dan totok wajah. Ternyata cara itu ampuh untuk membuat para pelanggan kembali lagi karena ingin tampil cantik.”


”Pengelola salon itu selalu berbagi tips kecantikan dengan para pelanggan. Ia berbicara dengan penuh ekspresi yang dapat membuat para pelanggan yakin akan ’tips-tips’ yang diberikannya. Dengan wajah yang mulus dan rambut yang bagus, membuat para pelanggan semakin yakin bahwa dengan menjalankan ’tips – tips’ darinya akan bisa seperti dirinya.”



Diary Sheet


Hari : Rabu
Tanggal : 9 Desember 2009
Tempat : Salon, Bekasi


Pengamatan Hari Ketiga


”Pengelola Salon sedang sibuk mencatat disebuah buku berukuran cukup besar. Ditemani dengan kalkulator disamping tangannya, yang menandakan ia sedang sibuk mengurus pembukuan.”
”Wajahnya sudah terlihat kuyu dan lelah. Sesekali memijat - mijat keningnya yang pusing menghitung pengeluaran dan pemasukan. Walaupun sudah malam dan terlihat letih, namun dirinya masih semangat untuk mempercantik diri. Ia memoles wajahnya lagi dengan bedak dan lipstik, agar terlihat lebih cerah.”


”Pelanggan belum kunjung datang, padahal ia sudah berusaha untuk tampil cantik dan ceria ketika ada pelanggan yang datang nantinya. Selesainya berdandan, ia menerima telpon dari temannya dan berbincang dengan logat bekasinya. Berbeda sekali kalau ia mengangkat telpon yang ada di salon. Pasti suaranya akan dibuat selembut mungkin.”


”Untuk mengisi kekosongan, mulai bercerita dengan para karyawannya. Ia menceritakan pelanggan yang merupakan sepasang suami istri yang datang tadi pagi. Ia mulai mengomentari sang istri yang memiliki banyak kekurangan, namun ia merasa heran dengan sikap suaminya yang terlihat sangat mesra dan sayang sekali dengan istrinya.”


”Ternyata hal yang selalu dilakukan si pengelola setiap malam adalah mengomentari atau membicarakan para pelanggan yang datang pagi, siang, atau sore hari. Ia sangat teliti dalam memperhatikan gerak-gerik seseorang, sehingga ada saja yang dicelanya setiap ada pelanggan yang datang. Tetapi, hal itu dilakukan ketika tidak ada pelanggan lain.”


”Cerita atau celaan darinya membuat semua orang yang mendengarnya menjadi ceria. Sepertinya hal itu dilakukan untuk menyemangati para karyawannya supaya tidak ngantuk atau capek setelah seharian bekerja.”


”Kalau sudah larut malam dan tidak memungkinkan lagi ada pelanggan yang datang, ia akan mengevaluasi kerja para karyawannya. Ia juga tidak segan-segan menegur karyawan yang melanggar peraturan. Ketika situasi seperti ini, wajahnya akan berubah menjadi serius, sorot matanya tajam menatap satu – persatu karyawannya. Ia juga tidak pernah lupa untuk menasehati para karyawan untuk lebih semangat bekerja di keesokan harinya. Para karyawan pun sudah merapikan peralatan dan siap-siap pulang.”




RISET DRAMATURGIS



Front Stage
  • Ramah
  • Bersikap sopan
  • Bertutur kata manis
  • Murah senyum
  • Berdandan atau ber-make up
  • Rambut rapi
  • Lemah lembut
  • Berpenampilan modist
  • Sabar


Back Stage :

  • Galak
  • Urakan
  • Ceplas-Ceplos
  • Judes atau Jutek
  • Tomboy (tidak suka dandan)
  • Cuek dengan rambutnya
  • Bersikap seperti preman
  • Berjiblab
  • Emosian


KESIMPULAN


Front stage dari seorang pengelola Salon terjadi karena faktor tuntutan pekerjaan. Dimana ia harus membuat para pelanggan nyaman saat sedang menyalon di sana dan tertarik untuk datang kembali keesokan harinya. Sifat, sikap, serta tingkah laku yang bertolak belakang dengan aslinya, berusaha ia pertahankan karena ia merasa bertanggung jawab sebagai pengelola salon untuk memberi contoh yang baik kepada para karyawannya.Selain itu, ia juga ingin berpenampilan selayaknya pengelola salon. Supaya para pelanggan memiliki pandangan serta persepsi yang positif terhadap Salon tempatnya bekerja setelah melihat penampilannya.


Back stage dari pengelola salon terjadi karena faktor keluarga serta lingkungannya. Ia tumbuh menjadi seorang wanita yang galak, judes, dan seperti preman karena ia merupakan kakak dari 14 adik-adiknya. Sikap tersebut timbul karena ia harus membantu ibunya untuk mengurus, menjaga, serta melindungi adik-adiknya. Selai itu, ia juga tomboy, urakan, dan cuek dengan penampilannya karena dulu ia terlalu sibuk mengurus adik-adiknya sehingga dirinya sendiri tidak terurus.


Dalam hasil pengamatan ini terbukti bahwa hidup itu adalah panggung sandiwara. Dimana orang-orang bersandiwara ketika berperan atau berprofesi yang bertolak belakang dengan sifat, sikap, dan tingkah lakunya sehari-hari.

Penelitian Fenomenologi

Hasil Wawancara


Key Informan 1

Nama : Memey

Umur : 5 Tahun

Jangka waktu menonton film Naruto : 2 bulan


Bina : Memey, suka nonton film Naruto nggak? Kenapa!


Memey : Suka (ekspresi wajahnya ceria), kadang-kadang Sasukenya

jahat. Terus nanti, Sasuke-nya lagi jahat ketemu sama Naruto.

Terus nanti dia berantem.


Bina : Kalau di film Naruto, Memey sukanya siapa? Kenapa!


Memey : Sasuke, karena suka sama Sasuke.


Bina : Kalau punya pacar, mau punya pacar siapa? Kenapa!


Memey : Sasuke (arah matanya ke kiri), karena aku suka sama Sasuke

(tangannya sambil memukul pelan kakinya).


Bina : Memey disekolahnya ada yang nakal nggak? Siapa?


Memey : Ada. Namanya Aang, Bintang, Keiza, sama Grace.


Bina : Mereka nakalnya kaya gimana? Suka ngapain Memey?


Memey : Mereka suka mukulin aku (arah matanya ke kanan, kakinya

ditekuk), sama nggak temenin aq.


Bina : Kalau mereka mukulin Memey, terus Memey apain?


Memey : Bilang Bu Guru (dengan ekspresi wajah memelas, sambil

mengayunkan tangan ke atas-bawah).


Bina : Memey kalau udah gede mau jadi apa? Kenapa!


Memey : Dokter, karena kalau ada yang sakit bisa aku periksa. Kalau ada

yang mati dan pingsan, ntar aku suntik (kedua tangannya

bergerak-gerak, tidak mau diam).



Key Informan 2

Nama : Muthi

Umur : 6 Tahun

Jangka waktu menonton film Naruto : 2 tahun


Bina : Muthi, suka nonton filma Naruto nggak? Kenapa!


Muthi : Suka banget (dengan memasang mimik muka serius). Seru aja

pas kalau ada musuh, jagoannya itu ngelawan (sambil

memperagakan gerakan memukul atau meninju).


Bina : Cerita atau adegan yang paling kamu suka pada saat apa?


Muthi : Pas yang (sambil narik-narikdagu dengan tangan kirinya)

jagoannya ngeluarin tenaga dalam terus yang buat ngumpulin

angin gitu ( sambil memperagakan jurus mengumpulkan angin).


Bina : Siapa tokoh yang paling disukai? Kenapa!


Muthi : Sasuke (sambil tersenyum). Karena seru dan asik-asik aja


Bina : Kalau kamu boleh milih, pengen jadi siapa di film Naruto?

Kenapa!


Muthi : (Bola matanya berputar sambil berpikir) Sasuke, karena ganteng

(lalu tersenyum).


Bina : Kalau berandai-andai punya pacar salah satu tokoh Naruto,

maunya sama siapa? Kenapa!


Muthi : (Sambil garuk-garuk pipi kiri) maunya sich Sakura (lalu tersipu

malu).


Bina : Sakura? Kenapa!


Muthi : Nggak apa-apa.


Bina : Muthi kan cewek, kenapa suka nontonfilm Naruto? Film

Naruto kan buat cowok?


Muthi : Itu kan juga ada ceweknya (matanya menerawang). Kali aja kalo

ada orang jahat...(langsung beraksi dengan menunjukkan

adegan meninju atau memukul).


Bina : Disekolahnya ada anak nakal nggak? Siapa?


Muthi : Ada, Zikrul.


Bina : Dia suka nakalin Muthi nggak?


Muthi : Kadang-kadang suka ngeludahin gitu, bukunya jadi basah.


Bina : Terus sama Muthi diapain?


Muthi : Nggak diapa-apain, di diemin aja, bukunya di lap-lap aja (sambil

memeragakan seolah-olah mengelap buku yang basah).


Bina : Kok nggak dikeluarin jurus Naruto?


Muthi : Malu lah, kan di sekolahan, di kelas.


Bina : Muthi cita-citanya mau jadi apa sich nanti?


Muthi : Cita-cita (jari telunjuk dan jari tengah tangan kanan mengetuk –

ngetuk dagunya, memejamkan matanya sebentar sambil

tersenyum saat berpikir. Kemudian bola matanya berputar),

Polisi karena kalau ada penjahat kan ditangkep (sambil posisi

jari-jari tangan kanannya memainkan dan mengetuk-ngetukan

ke dagu). Kalau ngelakuin yang lain-lain lagi ditembak (sambil

tangan kanannya dibuat menyerupai pistol dan memperagakan

adegan menembak).



Pertanyaan dan Jawaban yang di Analisis


  1. Apakah kamu suka menonton film Naruto? Kenapa!

Suka banget (dengan memasang mimik muka serius). Seru aja pas kalau ada musuh, jagoannya itu ngelawan (sambil memperagakan gerakan memukul atau meninju).


  1. Kalau disekolah ada anak yang gangguin kamu, apa yang akan kamu lakukan?

Bilang Bu Guru (dengan ekspresi wajah memelas, sambil mengayunkan tangan ke atas-bawah).


  1. Cita-citanya mau jadi apa kalau sudah gede?

Cita-cita (jari telunjuk dan jari tengah tangan kanan mengetuk-ngetuk dagunya, memejamkan matanya sebentar sambil tersenyum saat berpikir. Kemudian bola matanya berputar), Polisi karena kalau ada penjahat kan ditangkep (sambil posisi jari-jari tangan kanannya memainkan dan mengetuk-ngetukan ke dagu). Kalau ngelakuin yang lain-lain lagi ditembak (sambil tangan kanannya dibuat menyerupai pistol dan memperagakan adegan menembak).




Analisis Teori


"Televisi sebagai salah satu media massa selain berfungsi sebagai penyebar informasi, juga berfungsi sebagai pembawa efek yang ditimbulkannya. Efek-efek tersebut adalah kognitif, afektif, dan konatif. Ketiga efek tersebut dapat mempengaruhi tingkah laku khalayak dan dapat memberikan dampak yang positif maupun negatif terhadap khalayak." (Winarni, 2003 : 124)



Analisa Jawaban


Jawaban dari pertanyaan pertama menunjukkan bahwa anak perempuan yang sudah lama menonton film Naruto terbiasa melihat adegan perkelahian. Dimana setiap adegan perkelahian, masing-masing tokohnya kan mengeluarkan jurus andalannya masing-masing. Sehingga anak perempuan pun hafal dan bisa memperagakan beberapa jurus yang terdapat di film tersebut. Hal ini membawa dampak negative untuk anak perempuan. Karena mereka belum mengerti atau paham bagaimana berpikir, bersikap, dan bertingkah laku yang baik sesuai dengan kodratnya sebagai perempuan.


Jawaban dari pertanyaan pertama adalah jawabannya Muthi (Key Informan 2). Dia sudah dua tahun mengkonsumsi tayangan film naruto. Ada perubahan yang terjadi setelah dia menonton film tersebut. Cara berpikirnya sudah seperti laki-laki. Walaupun usianya masih anak-anak. Dia selalu merasa bahwa dirinya itu ”ganteng”, dan akan sangat marah apabila ada yang bilang bahwa dia itu “cantik”. Sikapnya pun juga berubah seperti laki-laki. Tidak lemah gemulai seperti anak perempuan pada umumnya. Dia cenderung tegas dan diplomatis. Selain itu, tingkah lakunya mencerminkan bahwa dia itu laki-laki.


Jawaban pertanyaan kedua dalah jawabannya Memey (key Informan 1). Dia baru menggemari film Naruto dua bulan belakangan ini. Walaupun di film Naruto terdapat adegan perkelahian, permusuhan serta balas dendam, namun Memey masih dapat mengambil sisi positifnya. Dia tidak berniat untuk membalas kenakalan teman-temannya, melainkan dia melaporkan kepada orang yang lebih mengerti dan bisa membantunya untuk menyelesaikan masalahnya tersebut.


Sedangkan, pertanyaan ketiga dijawab oleh Muthi. Karena terlalu sering menonton Naruto, dia bercita-cita untuk menjadi polisi. Dengan tujuan untuk menangkap para penjahat. Di sini, film Naruto memberikan dampak positif terhadap anak perempuan. Film Naruto memberikan motivasi untuk tidak cepat menyerah tetap semangat dalam menggapai cita-cita.



Kesimpulan


Dari tiga pertanyaan serta ketiga jawabannya dapat disimpulkan bahwa film Naruto dapat memberikan dampak yang positif maupun negatif untuk penontonnya, terutama anak perempuan. Dampak tersebut bisa dari aspek kognitif, afektif, dan konatif. Dampak negatif dari film tersebut yaitu membuat anak perempuan berpikir, bersikap, serta bertingkah laku selayaknya anak laki-laki dan mengabaikan bahwa dirinya adalah anak perempuan.


Sedangkan dampak positif yang diberikan film tersebut yaitu anak perempuan termotivasi untuk menggapai cita-citanya. Dimana cita-citanya untuk menangkap para penjahat. Selain itu, film Naruto membuat anak perempuan berpikir dan bersikap tegas terhadap masalah yang terjadi padanya. Apabila ada yang mengganggunya, tidak merasa takut, menangis atau melakukan balas dendam. Tetapi, melaporkan dan meminta pertolongan kepada orang yang lebih dewasa untuk membantunya dalam menyelesaikan masalah.

 

BINA YULIAWATI ~PORTFOLIO~ Copyright © 2009 Paper Girl is Designed by Ipietoon Sponsored by Online Business Journal